Kamis, 09 Juni 2011

Contoh Proposal Penelitian

PROPOSAL PENELITIAN
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA KONSEP TEKANAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ”NUMBERED HEADS TOGETHER” DENGAN MEDIA LEMBAR DISKUSI BERGAMBAR PADA KELAS 8E SMP NEGERI 1 BATANGAN TAHUN PELAJARAN 2010/2011.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pembelajaran IPA adalah salah satu ilmu dasar yang dipelajari dalam pendidikan berorientasi IPTEK. Sesuai dengan jenjang pendidikan formal yang ada, pembelajaran IPA mempunyai tujuan-tujuan mendasar dalam menanamkan dan mengembangkan konsep-konsep dasar IPA.
Pembelajaran IPA perlu menerapkan model pembelajaran PAIKEM yang memungkinkan mengembangkan pemahaman dan keterampilan dengan penekanan belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu guna menghasilkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Yang terjadi pada pembelajaran IPA konsep tekanan di kelas 8E dengan demontrasi ketika dilakukan observasi sebagai bentuk penilaian proses, belum terwujud model pembelajaran PAIKEM. Selama pembelajaran berlangsung, hanya sebagian kecil siswa yang melakukan interaksi (komunikasi) dengan teman maupun dengan guru. Ketika guru memberikan pertanyaan atau soal, tidak ada siswa dengan inisiatif sendiri maju ke depan kelas untuk menjawab. Siswa baru maju setelah ditunjuk oleh guru dan ketika maju siswa tampak kurang percaya diri.
Setelah dilakukan tes akhir (post tes), hanya sebagian kecil siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kompetensi dasar terkait.
Dari penilaian proses maupun tes akhir menunjukkan kegagalan pembelajaran konsep tekanan pada kelas 8E baik pada proses maupun hasil belajar.
B. Identifikasi Masalah

Masalah-masalah yang ditemukan dalam pembelajaran konsep tekanan di kelas 8E meliputi :
1. Bagaimana meningkatkan interaksi antar siswa?
2. Bagaimana meningkatkan interaksi siswa 8E dengan guru?
3. Model pembelajaran apa yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan ?
4. Media apa yang perlu digunakan guru agar melibatkan siswa ?
5. Bagaimana agar guru tidak mendominasi pembelajaran?
6. Bagaimana meningkatkan kesadaran siswa menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal di depan kelas ?
7. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa ?
8. Apa yang menyebabkab aktivitas siswa rendah ?
9. Apa yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah ?
10. Model pembelajaran dan media apa yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa?
C. Pembatasan Masalah
Dari berbagai masalah di atas, inti dari masalah dalam pembelajaran IPA konsep tekanan dengan metode demontrasi adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa rendah sehingga perlu ada perbaikan pembelajaran agar aktivitas siswa meningkat dan hasil belajar siswa mencapai KKM, tuntas secara klasikal. Untuk itu diperlukan tindakan kelas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan metode dan media tertentu. Model pembelajaran yang hendak diterapkan yaitu numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar untuk pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E tahun pelajaran 2010/2011.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran dan media pembelajaran. Model pembelajaran yang dipilih peneliti yaitu numbered head together dan media yang dipilih lembar diskusi bergambar. Penelitian sebagai upaya perbaikan pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E tahun pelajaran 2010/2011.
Variabel terikat penelitian ini yaitu aktivitas siswa dan hasil belajar siswa. Aktivitas siswa yang diamati meliputi: (1) interaksi antar siswa dalam kelompok, (2) interaksi antar kelompok siswa, (3) interaksi siswa dengan guru, (4) interaksi siswa dengan media pembelajaran.
D. Rumusan Masalah
Apakah melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Batangan Tahun Pelajaran 2010/2011?
E. Tujuan
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :
1. Meningkatkan aktivitas siswa kelas 8E SMPN 1 Batangan tahun pelajaran 2010/2011 pada pembelajaran IPA konsep tekanan.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas 8E SMPN 1 Batangan tahun pelajaran 2010/2011 pada pembelajaran IPA konsep tekanan.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Mendapatkan pengetahuan tentang aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Batangan Tahun Pelajaran 2010/2011 melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa
1) Siswa sebagai subyek belajar dapat belajar secara aktif, kreatif, dan menyenangkan,
2) Siswa mampu mencapai KKM, tuntas secara klasikal.
b. Manfaat bagi peneliti
1) Guru memiliki pengalaman dalam mengungkap masalah dan upaya mengatasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran secara efektif,
2) Guru mampu menerapkan suatu metode dengan media inovatif guna meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kerangka Teoritis
Seorang guru harus mempertimbangkan lebih daripada sekedar apa yang terjadi di dalam pikiran siswa. Merangsang siswa belajar sains merupakan tugas yang komplek. Dalam pembelajaran sains, kita diharapkan membantu siswa belajar dengan merangsang mereka berpikir, melakukan kegiatan fisik, mengembangkan bahasa dan sosialisasi serta mengembangkan harga diri mereka dalam alokasi waktu yang tersedia.
1. Beberapa teori belajar
a. Teori Belajar Sosial
Teori belajar sosial dikembangkan oleh Albert Bandura dengan konsep dasar pemodelan ( modeling )
Ada 4 (empat) fase yakni fase atensi, fase retensi, fase produksi, fase motivasi ( Wartono , 2004:SN-36:3)
b. Teori Belajar Konstruktivis
Menurut Teori Kontruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak dapat hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Teori yang terkait dengan pembelajaran kontruktivis antara lain : Teori Piaget, Teori Vygotsky, Teori Bruner ( Wartono, 2004 : SN-36:9).
2. Karakteristik Siswa
Keberhasilan proses belajar mengajar antara lain dipengaruhi oleh kesesuaian antara materi pelajaran dan tingkat berfikir siswa. Menurut Piaget, setip individu akan mengalami tingkat perkembangan kognitif sebagai berikut : (1) senso motor umur 0-2 tahun; (2) Pra operasional umur 2 – 7 tahun; (3) Operasional konkrif umur 7 – 11 tahun; (4) operasional formal umur 11 tahun ke atas. ( TIM PLPG,2010: 270)
Usia siswa SMP kelas 8 berkisar 13 – 15 tahun masuk dalam katagori tingkat perkembangan kognitif operasional formal.
Disamping itu, Flavel (1963) mengemukakan beberapa karakteristik dari berpikir operasional formal yaitu :
a. Berpikir Hipotesis Deduktif
Anak dapat merumuskan banyak alternatif hipotesis dalam menanggapi masalah dan mencek data terhadap setiap hipotesis untuk membuat keputusan yang layak, tetapi anak belum mempunyai kemampuan menerima atau menolah hipotesis.
b. Berpikir Proporsional
Dalam berpikir anak dibatasi benda-benda atau peristiwa-peristiwa konkret, anak dapat menangani pertanyaan-pertanyaan, memeriksa data yang berlawanan dengan fakta.
c. Berpikir Kombinatorial
Berpikir meliputi semua kombinasi benda-benda, gagasan-gagasan , atau proporsi-proporsi yang mungkin.
d. Berfikir Refleksif
Anak berfikir sebagai orang dewasa. Ia dapat berfikir kembali pada seri operasi mentahnya dengan simbol-simbol.
(TIM PLPG, 2010 : 272)
3. Model-model Pembelajaran Inovatif
a. Model Examples Non examples
b. Picture And Picture
c. Numbered Head Together
d. Cooperative Script
e. Kepala Bernomor Struktur
f. Student Team-Achievement Divisions ( STAD )
g. Jigsaw
h. Problem Based Introduction
i. Artikulasi
j. Mind Mapping
k. Make-A Match
l. Think Pair And Share
m. Debat
n. Role Playing
o. Group Investigation
p. Talking Stick
q. Bertukar Pasangan
r. Snowball Throwing
s. Fasilitator And Explaining
t. Inside-Outside-Circle
u. Tebak Kata ( TIM PLPG,2010: 288-298)
4. Model Pembelajaran Numbered Head Together
Model pembelajaran numbered heads together dilaksanakan dengan langkah-langkah :
a. Siswa dibagi dalam kelompok , setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor
b. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
c. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya
d. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasamanya mereka
e. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
f. Kesimpulan
( TIM PLPG,2010: 289)
B. Kerangka Berpikir
Berdasarkan kenyataan pembelajaran IPA konsep tekanan pada kelas 8E mengalami kegagalan dan perlu upaya perbaikan. Peneliti merencanakan perbaikan metode dengan alat peraga tertentu yang diupayakan menarik perhatian siswa dan memacu aktivitas siswa. Metode yang peneliti rencanakan yaitu numbered head together.
Dengan model pembelajaran numbered head together diharapkan:
1. Setiap siswa berusaha semaksimal mungkin menggali pengetahuan dalam kelompok masing-masing dan memiliki tanggung jawab yang besar untuk menyampaikan hasil diskusi
2. Setiap kelompok melakukan komunikasi secara efektif guna menjamin setiap anggotanya menguasai konsep / materi yang didiskusikan
3. Terjadi komunikasi dalam kelompok dan antar kelompok
4. Pemahaman konsep dimiliki oleh setiap siswa sehingga mampu meningkatkan hasil belajar setiap siswa memenuhi KKM.
Adapun skema penelitian ini sebagai berikut :







C. Hipotesis Tindakan
Melalui model pembelajaran numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar, aktivitas belajar dan hasil belajar IPA konsep tekanan pada kelas 8E SMPN 1 Batangan Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat meningkat.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian : SMPN 1 Batangan
2. Waktu Penelitian : Bulan Oktober s.d. Nopember 2010
B. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah kelas 8E SMPN 1 Batangan tahun pelajaran 2010/2011 dengan keadaan sebagai berikut :
Jumlah siswa laki-laki = 20 siswa
Jumlah siswa perempuan = 14 siswa
Jumlah siswa keseluruhan = 34 siswa
Rentang usia siswa = 13 – 15 tahun
C. Data dan Sumber Data
Data penelitian ini terdiri atas :
1. Data aktivitas siswa
2. Data hasil belajar siswa
D. Teknik Pengumpulan Data
1. Teknik pengumpulan data aktivitas siswa melalui observasi proses belajar siswa. Agar peneliti dapat memperoleh data tanpa mengganggu kegiatan pembelajaran, peneliti dibantu guru lain yaitu Taj Rosyidah,S.Pd. untuk mengamati aktivitas siswa dan mengisikan hasil pengamatan pada lembar observasi selama peneliti melakukan tindakan kelas.
2. Teknik pengumpulan hasil belajar siswa melalui tes akhir pelajaran berupa tes tertulis dengan soal essay sejumlah 5 butir soal.
E. Validitas Data
Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data ini adalah triangulasi. Teknik ini digunakan karena penelitian bersifat kualitatif.
F. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data untuk data hasil belajar siswa menggunakan daya beda item soal. Daya beda item soal dimaksudkan untuk memilih soal-soal yang memiliki daya beda baik (di atas 0,29) digunakan sedangkan soal yang memiliki daya beda dibawah 0,29 dikesampingkan.
G. Indikator Kinerja
Variabel terikat dari penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.
Aktivitas siswa yang dimungkinkan muncul antara lain :
1. Terjadi interaksi siswa dalam kelompok
2. Terjadi interaksi kelompok dengan kelompok lain
3. Terjadi interaksi siswa dengan guru
4. Terjadi pemanfaatan media oleh siswa
Indikator kinerja aktivitas siswa penelitian ini jika 3 di antara 4 kemungkinan aktivitas tersebut muncul dalam penelitian.
Sedangkan untuk hasil belajar siswa, indikator kinerjanya jika 75% siswa mencapai KKM.
H. Prosedur Penelitian
1. Perencanaan tindakan meliputi :
a. Observasi awal
b. Penyususnan rencana tindakan
c. Penyusunan Media
d. Penyusunan instrumen penelitian
e. Simulasi rencana penelitian
2. Pelaksanaan tindakan
Peneliti melakukan pembelajaran dengan model numbered head together dengan media lembar diskusi bergambar materi tekanan pada kelas 8E dengan alokasi waktu 2 x 40 menit.
3. Observasi Tindakan
Observasi tindakan dilakukan selama peneliti melakukan tindakan kelas. Obsrvasi dibantu oleh guru lain guna mengamati aktivitas siswa berpedoman dngan instrumen penelitian. Sekaligus guru tersebut mengamati peneliti dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan format supervisi dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) peneliti.
4. Refleksi
Refleksi dilakukan dalam bentuk seminar di hadapan teman sejawat meliputi guru mata pelajaran yang sama, guru BK, dan wakil siswa guna menemukan solusi pemecahan lebih lanjut.
Penelitian ini jika ternyata dalam satu siklus belum berhasil maka dilanjutkan dengan siklus-siklus berikutnya setelah peneliti melakukan kolaborasi dengan teman sejawat atau memperoleh masukan melalui seminar permasalahan.
DAFTAR PUSTAKA
Etsa Indera Irawan,dkk., Pelajaran Bilingual IPA – Fisika untuk SMP Kelas VIII, bandung, CV.Yramawidya;
Paul Suparno, 2008, Riset Tindakan Untuk Pendidikan, Jakarta, PT Grasindo;
Suhardjono, 1995, Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru, Jakarta, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis Dikbud.
Sunandar, dkk. 2010, Karya Tulis Ilmiah, Semarang, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 39 Semarang;
TIM PLPG ,2010, Bahan Ajar Diklat PLPG Sergu –Penelitian Tindakan Kelas, Panitia Sertifikasi Guru Rayon 39 Semarang;
Wartono , 2004, Materi Pelatihan Terintegrasi SN-36 Landasan Teori dalam Pengembangan Model Pengajaran , -
--------, 2002, Pedoman Umum Pengembangan Sistem Pengujian Berbasis Kemampuan Dasar SLTP, Jakarta, Dharma Bhakti.
Disusun Oleh :
HENDRO SURYONO, S.Pd.
NIP 19711230 199903 1 006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar